SURABAYA, METROSURYA.COM – Warga RW 04 Babatan Indah, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, menyambut tim juri Lomba Kampung Pancasila 2026, Rabu (30/9/2026).
Penjurian kali ini berfokus pada Pilar Lingkungan, dengan melihat berbagai program dan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, kelestarian, serta keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut.
Tim juri dipimpin fasilitator lingkungan, Ibu Endang M., didampingi Bapak Kecuk dan Bapak Tanto, selaku Fasilitator Kelurahan (FasKel) dari Dukuh Pakis.
Baca juga: TP PKK dan Dharma Wanita Karangbinangun Gelar Pertemuan Rutin:Wujudkan Ibu Bahagia, Berdaya
RW 04 Babatan Indah terdiri atas empat RT dengan jumlah warga sekitar 450 kepala keluarga (KK). Di hadapan tim juri, warga memaparkan berbagai kegiatan lingkungan yang selama ini telah berjalan secara berkelanjutan.
Program tersebut antara lain pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengelolaan bank sampah, kerja bakti, urban farming, hingga pemanfaatan lahan untuk tanaman obat keluarga (TOGA).
Berbagai kegiatan tersebut tidak lepas dari peran aktif kader Kesehatan Surabaya Hebat (KSH), PKK, pegiat lingkungan, pengurus RT/RW, serta masyarakat yang secara bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan.
Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan warga dalam menjalankan berbagai program tersebut. Tidak hanya ketika menghadapi penilaian lomba, kegiatan lingkungan telah menjadi bagian dari aktivitas warga sehari-hari.
Lomba Kampung Pancasila Surabaya yang digelar Pemerintah Kota Surabaya tersebut diikuti 1.360 RW dari 153 kelurahan. Kegiatan ini bertujuan mendorong setiap kampung untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui penguatan potensi dan kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Penilaian lomba mencakup empat pilar, yakni lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan, serta sosial budaya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kampung yang harmonis, mandiri, berdaya, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dengan semangat gotong royong.
Fasilitator Kelurahan Babatan, Ibu Djulaikah, mengapresiasi semangat warga Babatan Indah dalam menjalankan berbagai program lingkungan.
Baca juga: Jambore Jombang 2025,Penguatan Peran PKK dalam Transformasi Digital Diruang Publik
“Warga Babatan Indah terus semangat melakukan pengomposan. Setiap mendapatkan ilmu baru, selalu langsung dipraktikkan. Maju terus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Babatan Indah, Mariana, mengatakan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dan perlombaan merupakan bagian dari komitmen warga untuk terus membangun lingkungan.
“RW 04 selalu berpartisipasi aktif dalam perlombaan yang diadakan Pemkot Surabaya, baik itu KSH, Proklim, maupun SSC,” tuturnya.
Menurut dia, keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan masyarakat.
Keberhasilan Milik Warga
Terpisah, Wakil Ketua RW 04 Babatan Indah, Okto, menegaskan bahwa berbagai kegiatan yang dilakukan selama ini bukan semata-mata untuk kepentingan pengurus, melainkan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan dan warga.
“Selama ini warga sudah menjaga dan merawat lingkungannya. Itu perlu diapresiasi, bukan hanya oleh pengurus, tetapi juga oleh berbagai pihak. Keberhasilan ini bukan milik pengurus, melainkan milik warga,” katanya.
Okto juga mengapresiasi peran para Ketua RT yakni Bapak Moehyidin, Ibu Diana, Ibu Mei Linda, dan Bapak Margono yang selama ini menjadi koordinator sekaligus terus membersamai warga dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Menurut Okto, sinergi antara pengurus RW, RT, kader KSH, PKK, pegiat lingkungan, serta seluruh warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan berbagai program di Babatan Indah.
Setelah penilaian Pilar Lingkungan, proses penjurian akan berlanjut pada pilar-pilar lainnya. Warga RW 04 Babatan Indah berharap dapat melaju ke tahap berikutnya sekaligus terus mempertahankan semangat membangun kampung yang bersih, hijau, sehat, harmonis, dan guyub. (@dex)
Editor : redaksi