REMBANG | METROSURYA.COM – Antusiasme anggota Pramuka mengikuti Jambore on the Air (JOTA) dan Jambore on the Internet (JOTI) Kwartir Cabang (Kwarcab) Rembang melampaui ekspektasi. Dari perkiraan awal sekitar 200 peserta, jumlah pendaftar justru mencapai 632 anggota Pramuka dari berbagai pangkalan SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Rembang.
Kegiatan JOTA-JOTI tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Kwarcab Rembang, Gunasih, pada Jumat (16/10/2026) pukul 14.00 WIB di Aula Sanggar Pramuka Rembang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Oktober 2026.
Baca juga: BK DPRD Rembang Jadwalkan Rapat Bahas Laporan Dugaan Pelanggaran Etik Gunasih
Dalam sambutannya, Gunasih berpesan agar para peserta memahami etika berkomunikasi melalui radio amatir, termasuk mempelajari tata cara penggunaan callsign atau tanda panggil yang berlaku sesuai ketentuan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Ia juga mengingatkan pentingnya kecakapan dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.
Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan secara bijak dan produktif, bukan justru membuat penggunanya kehilangan kendali.
“Jangan sampai kita menjadi orang yang dikendalikan oleh digital, tetapi dunia digital yang kita kendalikan,” pesannya.
Gunasih juga menekankan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi salah satu kunci agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.
“Siapa yang bisa menguasai dunia digital, maka dunia menjadi dalam genggaman kita. Artinya, kita akan menguasai dunia,” ujarnya.
Membludaknya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Kwarcab Rembang saat ini hanya memiliki dua perangkat radio yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan JOTA-JOTI.
Untuk mengakomodasi seluruh peserta, panitia mengatur pelaksanaan kegiatan menjadi tiga sif setiap hari. Dengan demikian, peserta dapat mengikuti kegiatan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Abdul Rouf, yang mendampingi Gunasih saat membuka kegiatan, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.
Ia berharap Kwarcab Rembang dapat memiliki perangkat pemancar dan radio sendiri dengan kemampuan serta frekuensi yang sesuai dengan ketentuan ORARI.
Baca juga: Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah
“Untuk tahun depan, mungkin kita perlu memiliki pemancar sendiri yang cukup tinggi dan pesawat radio dengan frekuensi yang sesuai dengan aturan ORARI,” imbuhnya.
Ketersediaan perangkat yang memadai diharapkan dapat memperluas kesempatan anggota Pramuka untuk berkomunikasi dengan peserta dari berbagai daerah melalui jaringan radio amatir.
Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Rembang, T. Susilo, mengapresiasi tingginya antusiasme anggota Pramuka dalam mengikuti JOTA-JOTI di Kwarcab Rembang.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas pertemanan sekaligus mengenal komunikasi radio dan jaringan internet dalam lingkup nasional maupun internasional.
Karena keterbatasan perangkat radio, peserta harus bergiliran menggunakan perangkat milik ORARI. Dalam setiap sif, sekitar 60 hingga 70 anggota Pramuka dijadwalkan mengikuti kegiatan.
Kondisi tersebut membuat peserta perlu bersabar untuk mendapatkan kesempatan berkomunikasi dengan stasiun radio lain di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Kembangkan Potensi Digital, E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Berprestasi
Susilo berharap, pada penyelenggaraan tahun mendatang, dukungan anggota ORARI di setiap Kwartir Ranting (Kwarran) dapat membantu memperluas akses peserta terhadap perangkat radio.
Ia juga berharap kegiatan JOTA-JOTI dapat mendorong anggota Pramuka untuk mengenal lebih jauh dunia radio amatir, bahkan tertarik bergabung menjadi anggota ORARI.
Antusiasme tersebut juga dirasakan para peserta. Risma, salah satu peserta dari pangkalan SMP Negeri 6 Rembang yang turut mewakili peserta dalam upacara pembukaan, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan JOTA-JOTI.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang menarik sekaligus menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 632 orang, JOTA-JOTI Kwarcab Rembang menjadi momentum untuk memperkenalkan komunikasi radio dan pemanfaatan teknologi digital kepada generasi muda. Dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai diharapkan dapat meningkatkan jangkauan serta kualitas pelaksanaan kegiatan pada tahun mendatang.
(Sigit)
Editor : redaksi