Surabaya, Metrosurya.com – SMA St. Louis 1 Surabaya (Sinlui) kembali menegaskan dominasinya di ajang Honda DBL with Kopi Good Day East Java Series 2026. Tim basket putra dan putri Sinlui sukses mempertahankan gelar juara sekaligus meraih kawin gelar dalam partai final DBL East Java Championship di DBL Arena, Surabaya, Jumat (9/10/2026).
Pada sektor putri, Sinlui berhasil mengalahkan SMA Gloria 1 Surabaya dengan skor 57-40. Hasil tersebut sekaligus mengulang kemenangan Sinlui atas Gloria dalam final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North (DBL Surabaya), Sabtu (3/10/2026).
Dominasi Sinlui berlanjut di sektor putra. Menghadapi lawan yang sama, tim putra Sinlui tampil meyakinkan dan menang dengan skor 56-35. Kemenangan tersebut memastikan Sinlui kembali mempertahankan gelar juara.
Hasil ini semakin memperkuat posisi Sinlui sebagai salah satu kekuatan utama basket pelajar di Jawa Timur. Pasalnya, tim putra dan putri mereka kembali mampu menaklukkan Gloria dalam dua partai final beruntun di tingkat regional dan provinsi.
Meski final kembali mempertemukan Sinlui dan Gloria, perjalanan Honda DBL with Kopi Good Day East Java Series 2026 berlangsung kompetitif. Tim-tim perwakilan DBL Malang, DBL Jember, dan DBL Madiun turut menghadirkan kejutan sepanjang kompetisi.
Salah satu tim yang mencuri perhatian adalah SMAN 1 Jember (Sketsa). Pada babak Fantastic Four, juara DBL Jember tersebut sempat membuat Sinlui kesulitan. Sketsa mampu unggul selama tiga kuarter sebelum akhirnya Sinlui bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 60-55.
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, mengakui bahwa Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship berlangsung meriah dengan persaingan ketat antartim dari berbagai daerah.
“Sejumlah pertandingan juga menghadirkan kejutan, memperlihatkan perkembangan kemampuan dan daya saing tim-tim pelajar dari berbagai daerah,” ujar Masany, yang akrab disapa Sany.
Sany juga mengapresiasi tingginya antusiasme penonton DBL East Java di Surabaya. Menurutnya, perjalanan DBL selama 22 tahun, yang bermula dari Surabaya, tidak terlepas dari dukungan seluruh ekosistem yang tumbuh bersama kompetisi tersebut.
“Sudah 22 tahun DBL berjalan dan semuanya dimulai dari Surabaya. Kami sangat senang dan mengapresiasi seluruh ekosistem yang tumbuh bersama kompetisi ini, mulai dari pemain, pelatih, sekolah, hingga orang tua. Antusiasme dan dukungan mereka terus meningkat setiap tahun, baik yang datang langsung ke tribun maupun yang menyaksikan melalui live streaming,” ungkapnya.
Besarnya dukungan tersebut tercermin dari berbagai cerita selama penyelenggaraan kompetisi. Tahun ini, misalnya, terdapat orang tua yang menyempatkan diri menyaksikan pertandingan anaknya melalui siaran langsung dari Uganda.
Menurut Sany, tingginya antusiasme juga terlihat dari tiket pertandingan final DBL di berbagai kota yang kerap habis terjual hanya dalam hitungan menit.
“Dukungan inilah yang membuat DBL menjadi lebih dari sekadar kompetisi basket. Ada banyak orang yang ikut menjadi bagian dari perjalanan dan mimpi para pelajar,” ujarnya.
Musim ini, DBL mengusung tema Home of The Dreamers. Tema tersebut merepresentasikan komitmen DBL Indonesia selama 22 tahun dalam membangun ekosistem yang mendukung jutaan anak muda Indonesia untuk bermain, belajar, bertumbuh, dan mengejar mimpi melalui olahraga.
Final DBL East Java Championship bukan menjadi akhir perjalanan musim 2026–2027. Rangkaian kompetisi masih akan berlanjut di berbagai kota hingga tahun depan.
Baca juga: AZA hadirkan DBL Play 2.0 edisi custom, eksklusif untuk pemain dan pelatih DBL All-Stars 2026
Dalam waktu dekat, DBL juga akan menggelar salah satu panggung terbesar musim ini, yakni Final DBL Jakarta, yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena pada November mendatang.
Tahun ini menjadi kali keempat DBL menyelenggarakan pertandingan basket di Indonesia Arena. Sany menilai kesempatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena arena olahraga bergengsi itu memberikan ruang bagi para student athlete untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Tidak banyak event olahraga basket, apalagi di level pelajar, yang menjadikan Indonesia Arena sebagai venue pertandingan. Kami bangga bisa konsisten menghadirkan pertandingan di sana dan menjadikannya panggung bagi para student athlete. Ini sekaligus menegaskan komitmen DBL dalam mewujudkan Home of The Dreamers bagi seluruh ekosistem yang ada di dalamnya,” pungkasnya.
Puspresnas Apresiasi Penyelenggaraan DBL
Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship menjadi panggung bagi tim-tim basket pelajar terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menunjukkan kemampuan dan semangat kompetitif mereka.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, kompetisi ini juga memperlihatkan perkembangan ekosistem olahraga pelajar yang telah tumbuh bersama DBL selama 22 tahun.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi penyelenggaraan DBL. Menurutnya, kompetisi tersebut mampu mendorong pelajar mengikuti kegiatan positif sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
“Kami di Kemendikdasmen, terutama Puspresnas, tentu senang melihat ada event pelajar yang dibuat semenarik ini. DBL bisa menumbuhkan partisipasi dan antusiasme pelajar untuk berkegiatan positif sekaligus mengejar prestasi. Apalagi DBL mengusung konsep student athlete, di mana akademik dan nonakademik harus berjalan beriringan,” ujar Irene.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan DBL terletak pada keterlibatan berbagai pihak yang mendukung perjalanan para pelajar. Ekosistem kompetisi ini tidak hanya melibatkan pemain dan pelatih, tetapi juga kepala sekolah, guru, orang tua, teman-teman sekolah, hingga komunitas.
“Atmosfer DBL tidak hanya melibatkan para pemain di lapangan. Ada kepala sekolah, guru, orang tua, teman-teman sekolah, dan komunitas yang ikut memberikan dukungan. Artinya, DBL membentuk ekosistem yang saling mendukung agar pelajar bisa meraih prestasi,” katanya.
Tahun ini, Kemendikdasmen melalui Puspresnas juga memberikan dukungan dengan memasukkan DBL sebagai ajang yang telah dikurasi oleh Puspresnas.
Sekolah-sekolah yang meraih juara dapat mengajukan klaim prestasi agar pencapaian siswanya tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Puspresnas.
Irene berharap pengakuan tersebut dapat semakin memotivasi pelajar untuk terus berprestasi sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses dan perjuangan yang telah mereka lalui.
“Harapannya, pengakuan ini semakin memotivasi anak-anak untuk terus berprestasi dan memberikan penghargaan terhadap proses yang sudah mereka jalani. Kami ingin mimpi anak-anak bisa terus tumbuh dan salah satunya diwujudkan melalui DBL,” tutupnya. (@dex)
Editor : redaksi