PATI | Metrosurya.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengajak organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mengawal pembangunan.
Ajakan tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Sosialisasi Ormas bertema “Penguatan Sinergitas Pemerintah Kabupaten Pati dan Ormas dalam Mewujudkan Kabupaten Pati yang Kondusif” di Ruang Pragolo Setda Pati, Jumat (2/10/2026).
Baca juga: LSM GMBI Distrik Gresik Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan
Chandra mengatakan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan di wilayah Kabupaten Pati. Menurutnya, Ormas, LSM, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan warga.
«“Kita ini tidak Superman, tetapi insyaallah kita bisa membentuk supertim yang hebat untuk kemajuan Kabupaten Pati tercinta,” ujar Chandra.»
Ia menilai masukan dari Ormas dan LSM diperlukan pemerintah sebagai bahan untuk mengetahui persoalan di lapangan sekaligus menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Chandra, kondisi daerah yang aman dan kondusif juga berkaitan dengan upaya pemerintah menarik investasi.
«“Kondusivitas daerah ini menjadi kunci untuk menjaga iklim investasi. Kalau daerah kita kondusif, investor akan merasa aman dan nyaman untuk menanamkan modalnya,” katanya.»
Klaim Rencana Investasi Rp12,6 Triliun
Chandra menyebut Pemkab Pati sebelumnya menggelar Pati Business Forum pada Senin (28/9/2026). Dalam forum tersebut, sekitar 70 pengusaha disebut hadir.
Menurut Chandra, delapan pengusaha menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan total rencana investasi mencapai Rp12,6 triliun. Sejumlah pengusaha lainnya, kata dia, juga masih menyampaikan rencana untuk berinvestasi di Kabupaten Pati.
Ia menilai dukungan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung kegiatan pembangunan dan investasi.
«“Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, dan Ormas. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga Pati tetap kondusif,” tutur Chandra.»
Kritik Diminta Disertai Solusi
Dalam kesempatan tersebut, Chandra juga mendorong Ormas dan LSM tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif.
Ia meminta berbagai persoalan yang ditemukan di masyarakat disampaikan melalui komunikasi dan pembahasan bersama agar dapat dicari solusi sesuai kemampuan pemerintah daerah.
«“Kita ingin mengetahui langsung apa persoalan yang ada di masyarakat. Nanti kita dudukkan bersama, kita cari solusinya, dan kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.»
Pemkab Pati, lanjut Chandra, juga berencana membangun wadah kolaborasi bersama Ormas dan LSM. Wadah tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama yang konkret dan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
Ormas dan LSM Diminta Ikut Kawal Program MBG
Selain persoalan pembangunan dan investasi, Chandra meminta Ormas dan LSM turut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati.
Ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan pengurangan porsi maupun ketidaksesuaian menu dalam pelaksanaan program tersebut.
«“Kalau ada porsi yang dikurangi atau menu yang tidak sesuai, silakan dilaporkan. Tujuan MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan gizi seimbang dan membantu menurunkan angka stunting,” kata Chandra.»
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pengawasan diperlukan agar program pemerintah dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.
Ia juga menyebut luas wilayah dan jumlah penduduk Pati menjadi salah satu alasan pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Kabupaten Pati ini luasnya sekitar 150 ribu hektare, penduduknya hampir 1,4 juta jiwa, terdiri atas 401 desa, lima kelurahan, serta 21 kecamatan. Karena itu, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri,” ungkapnya.
Baca juga: Gresik badah & Kepedulian Menyatu, GMBI Distrik Gresik Gelar "Jum'at Berkah" Penuh Kehangatan
227 Ormas Terdata Kesbangpol
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Niken Tri Meiningrum menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut diikuti 70 peserta yang berasal dari 22 Ormas dan LSM.
Niken mengatakan, pada 2026 terdapat 227 Ormas yang masuk dalam pendataan Kesbangpol Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya merupakan LSM.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan Ormas sebagai mitra dalam menjembatani aspirasi masyarakat,” ujar Niken.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat diperlukan untuk meminimalkan potensi gesekan maupun polarisasi di tengah masyarakat.
Sosialisasi tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan Ormas dalam menjaga situasi Kabupaten Pati agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Dengan demikian, peran Ormas dan LSM diharapkan tidak hanya sebagai penyampai aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan, pemberi masukan, serta mitra pemerintah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan di daerah.
( dwi s )
Editor : redaksi