JOMBANG – KOBRA 94-99 menyatakan kesiapan untuk mendukung pengamanan dan kelancaran pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang digelar di kawasan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Kesiapan tersebut ditunjukkan dengan hadirnya jajaran KOBRA 94-99 di Posko KOBRA 94-99 Muktamar NU ke-35. Kehadiran para anggota tidak hanya menjadi bagian dari dukungan terhadap kelancaran muktamar, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen perjuangan KOBRA terhadap NU.
Baca juga: KOBRA 94-99 Gelar Istighosah untuk Keselamatan dan Kelancaran Muktamar NU ke-35
Komandan KOBRA 94-99, Moh Suwarno, mengatakan keberadaan KOBRA tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah perjuangan para kader Banser dalam mengawal ulama dan NU, khususnya pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Menurut Suwarno, salah satu momentum yang hingga kini dikenang para anggota KOBRA adalah keterlibatan mereka dalam Muktamar NU di Cipasung pada 1994. Saat itu, kata dia, para anggota mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mendukung Gus Dur dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Kami berjuang membela ulama tercinta, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Perjuangan itu tidak terhitung oleh waktu dan masa. Salah satu momen penting yang selalu dikenang anggota KOBRA adalah ketika kami membantu Gus Dur dalam Muktamar Cipasung 1994,” ujar Moh Suwarno.
Ia menegaskan, perjuangan tersebut dilakukan dengan satu tujuan, yakni memberikan dukungan agar Gus Dur dapat memimpin PBNU.
“Semua kami kerahkan, tenaga dan pikiran. Tujuannya hanya satu, supaya Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU. Bagi kami, itu bagian dari sejarah perjuangan yang tidak boleh dilupakan,” katanya.
Suwarno juga menjelaskan bahwa nama KOBRA 94-99 berkaitan dengan perjalanan sejarah kelompok tersebut. Menurut dia, istilah KOBRA merupakan singkatan dari Komando Banser Reaksi Aktif, yang dalam sejarahnya dikaitkan dengan pemberian nama oleh Gus Dur.
“Nama KOBRA sendiri diucapkan oleh beliau, almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur secara lisan dan tidak tertulis setelah Muktamar NU Ke-29 tahun 1994 di Cipasung selesai. Karena itu, bagi kami KOBRA 94-99 bukan sekadar nama, tetapi memiliki sejarah dan ikatan perjuangan dengan NU,” ujarnya.
Sementara itu, Panglima KOBRA 94-99, H. Abd Mujib Idris, menuturkan bahwa KOBRA 94-99 lahir dari sebuah perjalanan sejarah yang panjang. Ia menyebut para anggota yang tergabung saat ini merupakan bagian dari sahabat-sahabat lama yang pernah terlibat langsung dalam dinamika perjuangan NU dan Gus Dur.
Mujib menekankan pentingnya memahami sejarah KOBRA secara utuh agar keberadaannya tidak dipandang sebatas organisasi atau kelompok pengamanan.
Baca juga: DPD Golkar Jatim Bagikan 500 Nasi Kotak Gratis Setiap Hari di Muktamar NU Ke-35
“Kalau melihat sejarahnya, KOBRA dibentuk melalui proses yang panjang. Pada masa itu, perjuangan dilakukan secara langsung, secara lisan, untuk mengawal kepentingan NU dan membela Gus Dur. Sahabat-sahabat KOBRA 94-99 adalah orang-orang yang mengalami dan menjadi bagian dari sejarah tersebut,” kata Mujib.
Ia mengatakan, semangat perjuangan KOBRA 94-99 harus terus dipelihara dan diarahkan untuk kepentingan NU.
“Harapan kami ke depan KOBRA tetap eksis dalam perjuangan NU, sesuai dengan apa yang pernah diamanahkan dan dicontohkan Gus Dur. Semangatnya adalah menjaga NU, menjaga ulama, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Mujib juga berharap keluarga dan para penerus perjuangan Gus Dur dapat terus membangun komunikasi dan sinergi dengan KOBRA 94-99.
“Kami berharap kepada keluarga dan penerus perjuangan Gus Dur agar bisa terus saling bersinergi dan berkomunikasi. Kami ingin hubungan ini tetap harmonis sebagaimana semangat yang selalu diajarkan Gus Dur,” tuturnya.
Baca juga: Kobra 94-99 Matangkan Persiapan, 35 Relawan Siap Diterjunkan Dukung Kelancaran Muktamar NU ke-35
Dalam momentum Muktamar NU ke-35, KOBRA 94-99 menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan muktamar yang aman, tertib, dan kondusif. Para anggota juga berharap seluruh rangkaian muktamar dapat berlangsung dalam suasana persaudaraan dan mengedepankan kemaslahatan NU serta masyarakat.
Suwarno menambahkan, KOBRA 94-99 tidak ingin sejarah perjuangan para pendahulu berhenti sebagai cerita masa lalu. Menurutnya, semangat tersebut harus diteruskan dalam bentuk pengabdian nyata.
“Yang kami perjuangkan bukan kepentingan pribadi. Kami ingin tetap berada di jalur perjuangan NU dan menjaga amanah para ulama. Muktamar ini adalah momentum penting untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah NU ke depan,” katanya.
KOBRA 94-99 berharap Muktamar NU ke-35 menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi, memahami persoalan masyarakat akar rumput, serta memiliki komitmen kuat terhadap khidmah dan kemaslahatan umat.
Dengan semangat khidmah, persaudaraan, dan menjaga amanah perjuangan, KOBRA 94-99 menyatakan siap mengambil bagian dalam mendukung keamanan dan kelancaran Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.(@dex)
Editor : redaksi