BNNP Jatim Bersama LAN Edukasi Bahaya Narkoba di SMAN 1 Surabaya, Perkuat Komitmen Pelajar Menuju Indonesia Emas

Reporter : redaksi

SURABAYA|| METROSURYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama Lembaga Anti Narkotika (LAN) Surabaya menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi peserta didik baru di Aula SMAN 1 Surabaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membangun kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Pihak SMAN 1 Surabaya menggandeng BNNP Jawa Timur dan LAN Surabaya sebagai narasumber karena dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Edukasi sejak dini dinilai penting agar para pelajar mampu mengenali berbagai ancaman narkoba sekaligus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaannya.

Ketua LAN Surabaya, Antonius Mardiyanto, S.Han., memaparkan berbagai jenis narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta pentingnya membangun pola pikir yang sehat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang menyesatkan.

"Katakan tidak pada narkoba. Kesenangan sesaat yang hanya berlangsung beberapa menit dapat berujung pada penderitaan seumur hidup," tegas Antonius di hadapan peserta MPLS.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah mempercayai anggapan bahwa penggunaan narkoba dapat meningkatkan pergaulan atau menjadi syarat untuk diterima dalam suatu komunitas. Menurutnya, narasi semacam itu merupakan bentuk manipulasi yang sengaja dibangun untuk menjerat generasi muda dan pada akhirnya dapat menghancurkan masa depan mereka.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus menumbuhkan komitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar memiliki keberanian untuk menolak narkoba, membangun lingkungan sekolah yang sehat, serta menjadi generasi yang mampu membanggakan keluarga, masyarakat, dan bangsa menuju Indonesia Emas dengan sumber daya manusia yang unggul dan bebas narkoba," ujarnya.

Kegiatan tersebut mengusung semangat "Salam Satu Hati, Satu Pikir, Lawan Narkoba" sebagai ajakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Agar penyampaian materi lebih menarik dan mudah dipahami, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif dan kuis mengenai pentingnya memanfaatkan waktu secara produktif. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian peserta adalah tentang "jam termahal di dunia". Beragam jawaban kreatif disampaikan para siswa sebelum narasumber mengungkap jawaban yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, yakni "Jampidsus". Momen tersebut menciptakan suasana yang hangat sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai aspek hukum penyalahgunaan dan peredaran narkoba oleh Ardita Surya Asmara, S.H., LL.M. Ia menjelaskan berbagai modus operandi yang kerap digunakan jaringan pengedar untuk menyasar kalangan pelajar. Ardita juga mengajak seluruh warga sekolah agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkoba.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Surabaya tersebut mendapat dukungan penuh dari OSIS dan dewan guru sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar.

Mewakili pihak sekolah, Amira Eva Alexandra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNNP Jawa Timur dan LAN Surabaya atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengisi MPLS dengan program yang positif, edukatif, dan bermanfaat bagi peserta didik," ujarnya.

Melalui sinergi antara SMAN 1 Surabaya, BNNP Jawa Timur, LAN Surabaya, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba semakin efektif. Dengan demikian, akan lahir generasi muda yang sehat, berkarakter, berintegritas, serta siap mewujudkan Indonesia Emas yang didukung sumber daya manusia unggul dan bebas narkoba. (Rsd)

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru