PRINGSEWU, METROSURYA– Aksi perundungan yang melibatkan pelajar kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap seorang siswa di lingkungan SMP Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pelajar berseragam sekolah menjadi sasaran pemukulan dan tendangan oleh siswa lain. Korban terlihat tidak melakukan perlawanan saat aksi tersebut berlangsung, sementara sejumlah siswa lainnya hanya menyaksikan kejadian tanpa berupaya melerai. Bahkan, dalam video tersebut terlihat beberapa pelajar bersikap santai dan diduga merekam peristiwa yang terjadi.
Baca juga: Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Berikan Arahan Pelajar SMK PGRI 1 Jombang
Video tersebut memicu gelombang keprihatinan dan kecaman dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dan meminta adanya langkah tegas dari pihak sekolah maupun aparat terkait.
Baca juga: Antisipasi Bullying, Polres Probolinggo Kota Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak di Sekolah
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa itu terjadi di sekitar lingkungan SMP Negeri 1 Ambarawa pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, sesaat setelah jam pelajaran berakhir. Insiden tersebut melibatkan dua pelajar yang masih berstatus siswa di sekolah yang sama. Polisi menyebut kejadian diduga dipicu kesalahpahaman dan ketersinggungan akibat ucapan yang kemudian berujung cekcok hingga terjadi kekerasan fisik.
Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama aparatur setempat telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Hasilnya, keluarga korban dan pelaku sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur musyawarah atau rembuk pekon dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan. Keluarga pelaku juga disebut telah menyampaikan permintaan maaf dan bersedia menanggung biaya pengobatan korban.
Meski demikian, kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama. Pengawasan dari pihak sekolah, orang tua, serta edukasi mengenai dampak kekerasan dan penggunaan media sosial dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (@dex)
Editor : redaksi