Satpam PLN Didorong Lebih Profesional Lewat Implementasi PS4 dan Penguatan Kompetensi Layanan Digital

Reporter : redaksi
Foto: Kegiatan refreshmen pada rapat kolaborasi dengan PLN ICON PLUS SBU REGIONAL JATIM "Satpam Haleyora Powerindo Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Digital PLN melalui Budaya PS4"

SURABAYA, METROSURYA – Satuan Pengamanan PT Haleyora Powerindo terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme personel melalui penguatan implementasi budaya pelayanan PS4, yakni Penampilan, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa, di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UIP JBTB, Selasa (12/5/2026).

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Divisi HSSE-KAM PLN Kantor Pusat yang menekankan bahwa petugas keamanan tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Baca juga: YBM PLN UIP JBTB Tebar Berkah Daging ke Pelosok Bojonegoro, 230 Warga Terima Manfaat

Dalam materi tersebut disampaikan kepada satuan pengamanan (satpam) diarahkan untuk memahami standar penggunaan seragam PDH secara benar dan lengkap sesuai Perpol Nomor 1 Tahun 2023. Seluruh atribut diwajibkan digunakan secara rapi dan sesuai ketentuan, mulai dari topi pet, badge satpam, name tag, tali kur, pin kualifikasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Selain penampilan, perhatian juga diberikan terhadap standar kerapian rambut personel. Personel pria diwajibkan berambut pendek dan rapi, sedangkan personel wanita diatur agar rambut tidak melebihi kerah seragam dan tetap tertata dengan baik. Penggunaan hijab pun harus sesuai ketentuan, yakni berwarna cokelat tua, bersih, tidak kusut, dimasukkan ke dalam kerah baju, serta tidak menutupi nama tag.

Petugas keamanan juga diingatkan untuk menghindari penampilan yang dinilai kurang profesional, seperti rambut panjang, kusut, penggunaan aksesori berlebihan, maupun pewarna rambut mencolok.

Tak hanya aspek visual, peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama dalam implementasi PS4. Satpam diarahkan memahami tata cara menyambut pelanggan dengan sikap ramah dan profesional, mulai dari berdiri tegak menunjukkan gestur rendah hati, menundukkan badan sekitar 30 derajat saat menyambut, dan posisi tangan kanan di dada sebelah kiri, menjaga kontak mata, memberikan salam dengan sopan, hingga membantu mengarahkan kebutuhan pelanggan.

Petugas juga diminta memastikan pelanggan merasa nyaman sejak pertama datang hingga meninggalkan lokasi pelayanan. Langkah sederhana seperti membuka pintu, mengucapkan salam penutup, dan memberikan arahan layanan dinilai mampu menciptakan kesan positif terhadap perusahaan.

Di sisi lain, satpam PLN juga didorong memahami kompetensi layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile, CX100, hingga layanan internet ICONNET melalui aplikasi MyICON+. Petugas keamanan diwajibkan memiliki aplikasi PLN Mobile serta mampu mengenali, memahami, dan memberikan pengarahan kepada konsumen terkait layanan digital PLN maupun layanan pendukung lainnya.

Dalam kegiatan lanjutan refreshment satuan pengamanan di Ruang Rapat Arezhter, Staf Ahli PT Haleyora Powerindo Cabang Jawa Timur, Tjahyo Sukamto, menegaskan bahwa profesionalisme satpam saat ini tidak lagi hanya berfokus pada aspek pengamanan semata, tetapi juga mencakup kemampuan pelayanan prima kepada pelanggan.

Baca juga: Perkuat Budaya Wellbeing Pegawai, PLN UIP JBTB Ikuti PLN Wellness League 2026

“Satpam merupakan garda terdepan perusahaan. Penampilan yang rapi, sikap yang humanis, serta kemampuan memahami layanan PLN menjadi bagian penting dalam membangun citra perusahaan dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Farah Ikha Isnaningsih selaku Manager Penjualan Ritel dan Administrasi Jawa Timur mengatakan transformasi pelayanan menuntut petugas keamanan memiliki pemahaman yang baik terhadap ekosistem layanan PLN.

“Satpam harus memiliki aplikasi PLN Mobile dan memahami berbagai layanan digital seperti CX100 maupun MyICON+. Kehadiran petugas yang mampu membantu pelanggan akan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan profesional,” katanya saat mengikuti rapat kolaborasi dalam kegiatan refreshment di Ruang Rapat Arezhter, Jumat (8/5/2026) pagi.

Sementara itu, Anas Nasrulloh dari Bidang K3 PLN Icon Plus Regional Jawa Timur menambahkan bahwa penguasaan kompetensi keamanan harus berjalan beriringan dengan kompetensi pelayanan.

“Dari penjaga menjadi profesional, satpam harus menguasai kompetensi keamanan sekaligus kompetensi layanan PLN. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pelayanan dan meningkatkan kepuasan pelanggan,” tuturnya.

Baca juga: Semangat Hari Lahir Pancasila PLN UIP JBTB dan PLN Grup Jawa Timur Berikan Bantuan ‘Omah Terapiku’

Divisi HSSE-KAM PLN menegaskan bahwa profesionalisme satpam tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari sikap pelayanan dan kemampuan memberikan solusi kepada pelanggan secara cepat, tepat, dan humanis.

Program penguatan pelayanan tersebut juga sejalan dengan implementasi Danantara CX100 Index 2026, sebuah inisiatif strategis dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mengukur, menilai, dan meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan di 154 BUMN.

Program ini berfokus pada peningkatan kualitas layanan publik secara konsisten, unggul, dan berkelanjutan, mulai dari titik interaksi langsung petugas lapangan hingga layanan digital. Melalui sistem pemeringkatan kualitas layanan tersebut, seluruh BUMN didorong menghadirkan customer journey yang lebih terintegrasi dan profesional.

Dengan penerapan budaya PS4 secara konsisten serta penguatan kompetensi layanan digital, satpam diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus menghadirkan pengalaman pelayanan yang berkesan bagi masyarakat pengguna layanan PLN. (@dex)

Editor : redaksi

Polri
Berita Populer
Berita Terbaru